behind the scenes Februari 12, 2009
Posted by ruangtntujuh in cerita.trackback
saat itu kerajaan di kejutkan dengan berita akan adanya pesta yang besar di dua tempat sekaligus, yakni di area batalion depsos Jakarta dan area batalion Yogyakarta.
kerajaan pun segera merapatkan barisan untuk sesegera mungkin mengatasi permasalahan tersebut, rapat sengit dan penuh gelora masa muda terlaksana yang dihadiri kira kira 8 orang jenderal besar kerajaan. dan menghasilkan suatu keputusan untuk mengirimkan bala bantuan untuk menolong batalion di Jakarta dan beberapa pasukan di wilayah perbatasan Yogyakarta.
terpilihlah anggota kopasus atas nama jenderal rizqy, komandan pasukan arya, kapten lau dan serdadu muad (2005). pengiriman salah satu perwira hery di tangguhkan karena kerajaan mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi di wilayah Klaten.
perjalananpun di tempuh dengan menggunakan kuda kuda pilihan terbaik, kuda progo yang terkenal dengan kecepatan dan ketangguhannya dalam menghadapi berbgai medan peperangan, perjalanan kami hampir saja tertunda beberapa detik, bayangkan, karena suatu hal (si muad nih gara garanya) kita datang ke stasiun dan keretapun sudah berjalan, dan kamipun serentak berteriak : “stop stop bentar pak” keretapun berhenti dan kamipun dengan hati yang lega dapat menaikinya
di dalam kereta pukul 5 kurang seperempat sore kami bercanda dalam suasana ilmiah, nuansa madani dan mengalir bagai aroma yang mewangi. tak terasa saat itu jam 10 malam, kamipun mulai terlelap dalam buaian angin malam bulan purnama, dan tiba tiba terdengar sorai sorai wanita “mas, kursi ini kosong”. wuih kaget setengah mati aku, emang sih, kami udah memesan 5 tiket, tetapi karena hery gak jadi ikut, ya kursi tersebut otomatis kosong.
silakan duduk mbak, jawab muad dengan nada pahlawan tak dikenal, dan ternyata bukan cuman satu orang yang mau duduk, cewek tersebut bersama dengan adiknya, dan apa mau dikata, pahlawan tanpa tanda jasapun dengan berwibawa, arjo, memberikan kursinya, dan diapun berdiri mulai jam 10 malam sampai jam 3 dini hari. (MasyaAllah, semoga arjo di balas oleh Allah dengan balasan yang sangat mulia. Amin)
saat itu, aku ingat betul, senyum itu, ketika kereta sebelum stasiun jatinegara, arjo terus tersenyum, entah apa gerangan, yang pasti dalam hatiku, semoga Allah mengabulkan semua impian arjo. Amin Aminnnn
pukul 3 kurang 10 menit aku bersama anak anak menginjakkan kaki di kota terlarang, kota perjuangan, dan kota yang penuh kehidupan yang keras. kami mencoba untuk memandang di sekeliling bangunan bangunan, sambil menikmati deruman asap P20, bus.
kurang lebih 45 menit perjalanan kami berempat sampai di daerah fatmawati (maaf kalau salah) dan kamipun dengan sekuat tenaga mencoba untuk berjalan beberapa ratus kilometer untuk melakukan serangan mendadak di gubuk tua renta, pahlawan tua Junaidi dan pahlawan penuh cinta Samsu riza.
kamipun mengobrol, tak lupa asap mild dan susu anline usia 19-50 tahun terhidang hangat di depan tivi 21″, kamar junet cukup kecil, sama kecilnya dengan “asus” yang tertata rapi di atas mejanya. he he. samsu juga sangat terlihat cukup lelah setelah semalam mengumandangkan benih benih cinta di Yogyakarta. ha ha ha
pagi, mandi, merokok, tertawa, istirahat bentar, rangga datang, sidiq datang dan rame rame dan terus tersenyum saat itu yang bisa aku ingat, dan kamipun tak segan segan untuk berpesta pora, tujuan kita cukup mulia, cukup berpendidikan, dan cukup halal, tanah mulai ANCOL, Dufan, he he he
perjalanan naik bus way tersebut tak henti hentinya mata si junet, sidiq dan si rangga, tak ketinggalan juga si muad beserta si arjo terus melirik ke sana sini, eh… ternyata gini ya lehidupan kota liar itu, penuh dengan “kelihatan”. baik kelihatan itu, maupun kelihatan ini, baik di sana maupun di sini, MasyaAllah, maafkan dosa dosa kami Ya Allah. Amin
Dufanpun akhirnya tak terelakkan juga, pukul 2 siang kami mulai menjajaki satu demi satu, mulai dari permainan bianglala, pokoknya muter muter aja dan tinggiiiii buanget, eh… tahu nggak, si junet ketakutan tuh… he he, biasalah, faktor usia, kita harap maklum
sebelum itu, aku ingin mendoakan semoga Samsu reza selalu dilindungi oleh Allah dan di balas semua kebaikannya. Amin…
selanjutnya yakni permainan perahu, ini nih, tahu kagak, ekspresi si lau waktu perahu di ke bawah dan ke atas, aih… sungguh fenomena yang menakjubkan, tak henti hentinya berteriak, tertawa, menangis serta pusing 5 keliling, he he, bahkan di sebelahku, rangga, tak henti hentinya berteriak kalau bokongnya sampai bergetar getar, he he
dan tak lama kemudian, pahlawan kita, mabuk, muntah muntah, pusing, terus menerus terlentang, hampir tak sadarkan diri, berkacamata, arjo… (sabar jo). gak tahu juga sih, katanya dia mual mual… ternyata tumbang juga si arjo, dan permainan selanjutnya kita tidak akan membicarakan si arjo
permainan selanjutnya adalah permainan halilintar, kereta yang jempalikan, ke atas ke bawah, tahu gak, rangga sangat senaaang banget naik ini, dia bahkan naik sampai 3 kali, wuih, spektakuler tuh, tapi emang asik kok, setelah naik itu kita kelihatan jadi segar, dan sekali lagi aku tegaskan, si junaidi gak mau naik karena faktor usia, mohon atas partisipasinya dan kefahamannya. he he
permainan selanjutnya adalah arung jeram, nah ini nih, si sidiq baru menampakkan kelicikannya, bayangin aja, air dari permainan di siramkan pake tangan dan kakinya, jijik banget kan, he he (emang dasar sidiq) tapi itu semua dia lakukan untuk menambah suasana jadi lebih enjoy, nyaman, gembira, basah dan basah dari atas sampai daleman, (tit tit tit). dan kami sampai 2 kali mencoba permainan tersebut
Semoga Junaidi di berikan keharuman Surga dunia dan Surga Akhirat. Amin….
kami berhenti bernafas untuk makan McDonald nih. he he. rame rame dengan basah kuyup, cuek aja, shalat, ke kamar mandi, melihat cewek berkeliaran, rok pendek, celana pendek, tinggi, rambut panjang, putih, MasyaAllah, sungguh surga dunia yang menyesatkan.
selang shalat maghrib, ada arak arakan pawai dari manajemen dufan, puih… cantek cantek dan tampan tampan pemain benar tuh na… ada yang pake baju ini lah, itu lah, pokoknya komplit, dan disinilah setelah sekian lama akhirnya si jon mulai menampakkan diri, berjoged joged gak tahu malu, mencoba untuk menggoda di sono… he he
tak ketinggalan dalam perjalanan menuju pintu keluar dufan, setiap ada permainan pasti kami datangi, ada istana boneka lah… he he, gak banget deh kayaknya, yapi boleh percaya boleh tidak, kami semua akhirnya juga masuk kok kesono…. he he… ada juga rumah kaca…. ada juga perang bintang, seru tuh… animasi….. ada juga rumah miring… ini nih,… permainan yang paling lucu se dufan…. maaf untuk ini secret… he he
perjalanpun kami lanjutkan menuju markas besar… kami capek, kami haus, kami lapar, kami senang, kami bahagia, kami sama sama, kami bersahabat dan kami menjalin keluarga bersama sama
dan terakhir
Ya ALLAH, berilah ridhomu pada Junaidi, Samsu, Sidiq, Rangga menuju surgamu… Amin…
di tulis dengan gaya bahasa lepas dan seronok oleh rizqy sultan alfaroby
salam untuk si cina dan si kamar pojok dari semua tim jogja
Siapa yg berdiri? Aq duduk kok (meski di depan wc) But i enjoy it… Nice story.
Btw, mana cerita di Dufan? Hehe…
Hahahahahahahahhaa..!!
kocak…!! ketawa aku baca tulisan ini..!
serius..! bayangin pas di Dufan kemaren..!
hadduhh…
kapan ya bisa kaya gitu lagi?
seruu oiy..!!!
btw, makasih atas doanya..!!
*) yang cina namanya Desi, yang di pojok namanya Niken, hehehehe..
Waaah…Seru banget ceritanya…bener-bener lepas (sampe2 lakon dalam ceritanya pun lepas2an; lepas maen jadi muntah2an deh) hehehehe….
Keep spirit pren.
Miss u all
hahahaha
dodolllll
aduh nyesel ak gak ikut ke dufan…
hiks….
kpan2 lagi yach kawan…
yaaa…ga ngajak-ngajak ki piye tho????
kan aku juga pingin ke dufan..
lha nek ngajak kowe ng Dufan, trus “Mas Ganteng” nikah karo sopo, Phe?
wah..wah..wah… pengeeeeeeeeeeeeeeennn jugaa…
curaaaaang.. gak ngajak2 aku juga..
hmm.. behind the scene nya jogja juga donk diceritain..
aku kan ke jogja juga naik kereta lho…
hehehehe… pamer kie..
wah… kalau mengenai yang di jogja ya kamu lah il yang bikin
sekali kali bikin tulisan disani lah….
tahu kan username dan paswordnya
Wah cerpennya mngharukn..:)
Wis, mesakke banget…. udah gubuk tua renta, yang juga juga pahlawan tua… Ada nenek tua-nya ga? Kasihan tu, udah tua masa’ cuman hidup sendiri… Berilah kebahagiaan untuk dia
Maksude?
bukannya udah ada ya???
fistek 03 kan punya mbah putri juga…
Maksude?
bukannya udah ada ya???
fistek 03 kan punya mbah putri juga…
ya ga?
Terima kasih buat pihak sponsor (Riza, Junet, Rangga, dan nama lain yang belum disebutkan) yang telah membiyayai kami selama di Jakarta, khusus selama berada di Ancol.
Buat Riza, lain kali tanya dulu berapa duit, baru main gesek, jangan gesek dulu baru tanya, ntar klo gesek dulu baru tnya, apalagi menggesek anak orang (peace ya Za).
Buat John, semoga bisa cepat2 ketemu 2 kakak beradik yang sebangku ma aku, sorry kemarin sempat maluin2 kalian di kereta, sampe kalian ngaku2 ga kenal ma aku. tapi kuakui, perjalanan kemarin, Dahsyat banget.